Kamis, 16 Agustus 2012

ketika semua itu hilang

jari jemari ku ukir namamu di butiran embun
rasa dingin telah menyelimuti tubuh kecil itu
tetesan air yang awalnya sedikit
 seketika tak dapat dibendung lagi
hanya bisa terdiam
dan menerawang bintang dan bulan di langit  sana
berharap ..dan berharap
aku masih saja menyalahkan diri ini
padahal  keadaan tak menunjukan masalah
melintas fikirannya akan wajah itu
suara itu
dia seolah tak punya salah
dia hilang dan langsung pergi
perginya sudah lama
mendengar kabar dia sudah lebih bahagia

aku yang masih terbaring dan terlelap
terbangun dan menghapus air itu
 terdengar suara ramai sambil tertawa
ooh ternyata sahabatku masih didekatku
♥♥