Senin, 31 Oktober 2011
Rabu, 26 Oktober 2011
lirik lagu sendiri :D
kenangan kita
semua kenangan yang jarang ku lalui
ingin aku mengulang kembali
hanya lewat tulisan indah ku rasakan
ku tak inging mengerti kekalahanku...
andai jadi cinta ku yakin kau tersiksa
andai jadi teman kau pasti berubah
biarlah cinta jadi penggantinya
lewat lisan ku kan temukan penggantimu dihatiku...
ku tak ingin hanya jadi teman
kau berubah... dan tak sama
ku tak ingin tapi tak mungkin ku yakin kau juga merasakaannya..
back to reff...
segelintir kata yang ku lantunkan lewat tulisan itu adalah hasil karyaku sendiri.
berkisah tentang seseorang yang dulu pernah saling mencintai
dan saat waktu yang memisahkan mereka ada hal yang langsung berubah dan menbuat cinta itu luntur seketika waktu pun terus berjalan setelah peristiwa itu memisahkan cinta mereka tapi apalah daya ketika mereka dipertemukan kembali lelaki itu ingin kembali mencintai wanita itu lagi. tapi tetap sama jawabannya tidak untuk kembali "kata wanita itu". dan semua cerita cinta telah usai
the last, cari lah pengganti yang lebih bisa memiliki,mencintai,dan mempercayai..
(pesan untuk semua)
janganlah kalian mencintai seseorang hanya melihat dari fisik atau pun materi,
alangkah baiknya kalian menerima dia apa adanya bukan ada apanya,
karena cinta tidak bisa dibeli lewat mata seketika,
cinta hanya bisa dirasakan apabila disana tdk ada kata keterpaksaan.
biarkan cinta itu berjalan dengan sendirinya, walau ada badai atau petir yang menyambar jagalah sesalu ia agar cinta itu tetap utuh seperti hal nya pepatah mengatakan habis manis sepah dibuang, betapa sakit apabila hal itu terjadi dan cinta tidak bisa digantikan oleh segalanya melaikan dengan perasaan kita :))
Minggu, 23 Oktober 2011
renungan remaja :)
KASIH SAYANG SEORANG IBU
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
Langganan:
Postingan (Atom)


